Saat banjir melanda, Hati Menemukan Ketenangan dalam Mengingat Allah.


Saat banjir melanda, Hati Menemukan Ketenangan dalam Mengingat Allah. Di tengah banjir, aku menengadahkan tangan ke langit dengan hati yang gemetar. Dalam keheningan, hanya ada satu keinginan: mencapai Allah. Saat mata tertutup, aku mendapati diriku dalam kekosongan yang damai dan bercahaya, waktu terasa melambat, dan hatiku dipenuhi cahaya. Ketika banjir berhenti dan lingkungan sekitar porak-poranda, di dalam diriku tetap ada ketenangan yang tak terlukiskan. Keinginan untuk mencapai Allah terus menerangi hatiku, bahkan dalam kegelapan.